Friday, May 31, 2013

Cinta Monyet

Jum’at, 31 mei 2013 pukul 12.30 WIB
Teman, hanya ingin bercerita.. (entah, judul apa yang pas untuk post kali ini)
Saat ini, aku sedang duduk manis di kamar menghadap laptop.. berniat mengerjakan tugas. (always) -_-‘
Dan kau tau teman? Niatku bergeser karena satu peristiwa kecil. Jadi begini ceritanya: Kamarku bersebelahan dengan kamar anak SMP (Mts) kelas 1 dan 2 yang kisaran usianya antara 12-13 tahun..
Apa yang ingin kuceritakan?  tepat saat aku mengetik ini di kamar sebelah (Mts tadi) sedang (masih) berlangsung acara curhat2an.. jadi ceritanya ada satu anak (sebut saja bunga, :p) yang sedang galau dan patah hati karena di pHp-in sama cowok... si bunga yang masih kelas 2 Mts ini nangis2 dengan hebohnya.. dan lucunya (menurutku),  teman2 nya yang lain dengan begitu pengertian dan pedulinya mencoba menghibur si bunga. Diiringi dengan lagu Rossa yang begitu Mellow (seolah-olah sedang menikmati kesedihan), bunga menangis dan yang lainnya menghibur... what an absurd moment.. -_-
Apa yang lucu?
Begitu menggelikan ketika yang satu bilang: Iya, aku juga tdk bs memendam perasaan seperti itu, nyesek rasanya.. yang lain bilang: ceritalah... siapa tau kami bisa bantu. (hehehe., pake bahasa palembang tentunya)
Sumpaaaahh... geli sekali mendengarnya. Sampai saat ini, ketika aku mengetik ini, perutku masih sakit menahan tawa. Rasanya ingin aku nimbrung dari kamar dan bilang: “sudahlah dek, kamu masih kecil,,, belajarlah yang bener. Sayang, umur 12 taun sdh mubazir perasaan..”  :p
Mungkin untuk seusia mereka, hal tersebut adalah wajar, manusiawi, keren, atau apalah namanya..
Tapi bagi manusia seusiaku (23 tahun) begitu menggelikan apa2 yang diucapkan oleh anak yang menurutku masiiiiiiiiihhhh sangat kecil untuk mengenal cinta dan patah hati
Entahlah, setiap melihat atau mendengar anak sekolah bicara tentang cinta.. aku selalu mengingat-ingat apakah aku dulu juga seperti itu? Hehe.. aku amnesia teman. :p
Jadi, poin yang bisa aku ambil dari moment ini:
Bisa jadi apa-apa yang kita anggap indah dulu, apa-apa yang kita anggap keren dulu, akan menjadi hal yang lucu, norak, ataupun memalukan jika dikenang sekarang.. Dan sebaliknya.
Selalu seperti itu.
:’)


Soraya
Share On:

Wednesday, March 27, 2013

Pengingat Untuk Kita

::: Yang Berwibawa dalam Kelelakian
(Syair Anti Galau-galauan)

Bismillaahi walhamdu lahu wa na’udzu bihi minal fitan

Mereka bertanya tentang ikhwan yang hanya berteman dengan ikhwan
Aku katakan ini bukan tentang kebencian kepada wanita yang memang dasarnya rupawan
Kami hanya tak ingin tertekan oleh rayuan syaitan di balik nama-nama menawan

Mereka, para jelita yang rupawan, berduyun-duyun menawarkan pertemanan
Mereka, bidadari dunia maya datang memberi salam, sapa, canda dan puji-pujian

Bukan tak hiraukan, tapi maaf hati ingin berkelindankan suci seutuhnya dalam balutan iman
Kami lelaki ingin berwibawa dalam kelelakian
Dan engkau wanita, berusahalah bersembunyi dalam cangkang iman
Jangan engkau bawa kenistaan atas nama pertemanan

***

Aku ingin seperti Yusuf salaamun ‘alaihi
Bukan gagah dan tampannya tapi tentang kesetiaan hati agar ia tak ternodai

Aku amati:

Tak sedikit para thullab al-ilmi riang bercanda di rimba dunia maya ini

Engkau kubisiki:

“Wanita tetaplah wanita yang berbicara atas nama rasa dan hati Berbagai kemilau godaan syaitan yang “memperindah” mereka baik dalam nama, tutur kata, suara, apalagi bahasa tubuhnya yang mengusik-ngusik hati.

Pada saat yang sama, lelaki tetaplah lelaki yang jiwanya melemah di hadapan wanita, di balik kejantanannya sebagai laki-laki.”

Terbuailah hati tuk saling mencandai.
Terciptalah perhatian saling menghiasi.
Dipublikasi tanpa risih di hadapan Allah Sang Maha Pengasih

Banyak hadits tentang ini telah kita lalui dan cermati sebagai tuntunan sang nabiyullahi alkariimi salaamun 'alaihi
Maka segeralah tinggalkan pertemanan maya ini agar hati hidup kembali dalam iman yang syahdu terharmoni

Jika hati merasa nyaman dan menawan dalam maksiati Allah Sang Pembolak-balik hati maka inilah sebenarnya musibah sejati.

Syaikh Shalih al-Maghamisiy mewanti-wanti:

“Musibah diatas musibah adalah ketika insan mendapati hatinya nyaman/teduh ketika ia memaksiati Allah Rabb al-Izzati”

***

Agar fitnah syahwat terdeteksi dan mampu terhindari maka mari kembali semburatkan takwa yang bukan hanya semata kata.

Dengannya, ada al-Furqan sebagai anugerah di jiwa dari Allah Sang Maha Pemurah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu “furqaan” dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”[1]

Kekata para ulama kita:

““Al-Furqaan” adalah pembeda antara kebenaran dan kebathilan”[2]

““Al-Furqaan” adalah cahaya dalam pandangan kalian sehingga kalian dapat membedakan hal yang bermanfaat dan mencelakan atau antara yang baik dan kerusakan.”[3]

““Al-Furqaan bermakna hidayah, pertolongan, pengokohan (iman), kemampuan dalam membedakan yang haq dan bathil, bermakna jalan keluar dari syubhat dan merupakan sebuah taufiq (yang Allah hidayahkan).”[4]

“Berkata sebagian ulama, “Al-Furqaan” berkmakna sesuatu yang bisa membedakan antara haq dan bathil. Maknanya pula bahwa Allah menjadikan mereka dalam ketetapan hati, tajamnya pandangan dan kebaikan hidayah”[5]

“Dikatakan pula bahwa “Al-Furqaan” adalah jalan keluar dari syubhat”[6]

““Al-Furqaan” bermakna ilmu dan petunjuk yang mampu menjadikan pemiliknya dapat memisahkan petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebathilan, halal dan haram”[7]

Aku ingin pula menukas kata:

Bolehlah dikata ada kesan “sensitif” dan “peka” dalam makna-makna yang ada.

Pada al-Furqan, ada jiwa yang peka bedakan antara benar dan salah,

Ada peka hati dalam menangkap “sinyal” yang menandakan bahwa syubhat maupun syahwat sedang menguji keimanan di dada,

Ada peka dalam membedakan halal dan haram yang datang menerpa,

Apeka dalam menjaga hidayah dan sensitifitas lain yang merupakan instrumen pengokoh ataupun penambah keimanan yang menggelora.

Ingin kukata pula:

“Al-Furqaan” ibarat mutiara hati yang kemilaunya amat menakjubkan.

Inilah anugerah Allah kepada sosok-sosok yang ketakwaannya berusaha mereka kualitaskan.

Hati mereka menjelma lebih sensitif mendeteksi adanya fitnah syubhat dan syahwat yang datang menguji iman.

Tak hanya mendeteksi, Allah mudahkan jua keluar dari fitan[8] sehingga jiwa tak lagi terjeruji dan tertawan kehendak syaitan.

Oh kawan yang hatinya rupawan terbalut pesona akhlak dan iman,

Jadilah lelaki yang berwibawa dalam kelelakian

***

Akhir kata, tersemburatkan do’a:

Baarakallahu liy walakum jami’an
Na’udzubihi min kulli fitan

(Semoga ini pemberat amal kebaikan di hari seluruh manusia dibangkitkan)

Mataram, 15 Jumadaa al-Uula 1434 H/ 27 Maret 2013 M

_______
End Notes:

[1] QS Al-Anfal: 29
[2] Lihat Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir oleh Muhammad Ali ash-Shabuni II/99, Asy-syamilah
[3] Lihat kitab tafsir beliau yang berjudul Aisaru At-Tafaasir Likalaami Al-Ali Al-Kabiir II/229 penerbit Maktabah Al-‘Ulum Wa Al-Hukm. Madinah Munawwarah 1424 H, asy-Syamilah
[4] Lihat kitab At-Tafsir al-Hadits VII/32, penerbit Dar ihya Alkutub al-Arabiyyah, Al-qahirah, 1383 H, Asy-syamilah
[5] Lihat kitab I’rabul Qur’an Wa Bayanuhu (III/558) karya syaikh Muhyiddin Ibnu Ahmad Musthafa Darwis, penerbit Dar Ibnu Katsir, Beirut 1415 H.
[6] Lihat end notes no. 2
[7] Lihat kitab tafsir Taisiru Al-Karim Ar-Rahman Fie Tafsir Al-Kalam Al-Mannan I/139, penerbit Muassisah ar-Risalah, 1420 H. Asy-syamilah
[8] Fitan (bahasa Arab) adalah bentuk plural dari kata ‘fitnah’ yang salah satu maknanya adalah ujian yang dialami seorang hamba.

-----
Sumber: https://www.facebook.com/abdullahakiera.vanassamawiey/posts/447827505295605
-----
Share On:

Tuesday, January 15, 2013

Semester 1, done!


Akhirnyaa... semester 1 terlewati sudah. Dengan penuh perjuangan, tetes keringat dan air mata (lebay dikit :p)
berbeda dengan kuliah kemarin, dimana aku benar-benar fokus kuliah. tidak seperti sekarang, sambil kerja, sambil ngajar, ngurus anak.. (lebay lagi). hehe... Eh, tapi emang bener lo, aku sekarang bekerja sebagai pembina asrama  di salah satu madrasah di palembang. Total anak yang kupegang 45 anak dengan masing-masing karakternya membuat kuliah lebih berasa. Nantilah aku ceritakan bagaimana proses dan perjalananku selama di asrama. :D

Yang jelas sekarang semuanya kuserahkan kepada Allah yang maha mengetahui, yang memegang kendali bagaimana nilai-nilai ku kelak. -_-

jadi ceritanya nih, aku libur selama kurang lebih tiga minggu. aktivitas dalam seminggu hanya mengajar 2 jam pelajaran pada hari senin, dan selebihnya full di asrama. Sebatas itu yak? o tentu tidakkk... :p

Share On:

Thursday, January 3, 2013

Tutuplah "perhiasanmu" dengan benar (nasehat untuk diri sendiri)

Assalamualaykum

Apa kabar saudariku..? semoga selalu dalam lindungan-Nya. Amin.. Tulisan ini dilatarbelakangi oleh keinginan diri semoga lebih baik kedepan dan tetap istiqomah. :) sekalian mengajak saudari2ku terkhusus untuk dek Uma dan wo Rina tersayang. ^^  cekidot......

Saudariku, saat ini banyak sekali ditemukan muslimah berjilbab. Di jalan, di pasar, di kantor2, mall, dan di tempat lain, selintas mata memandang akan tampak pemandangan wanita-wanita dari semua kalangan umur yang mengenakan jilbab -yang warnanya sekarang lebih lengkap dari warna pelangi kawan-. Bahkan dikelasku, 100% ceweknya berjilbab !! Alhamdulillah..... :)

tidak sulit untuk menemukan toko yang menjual jilbab, pakaian muslimah, aksesoris yang mendukungnya, dan lain sebagainya. semua bertebaran diseantero pasar. Ada jilbab edisi Islam KTP, pashmina Arzeti, jilbab paris, jilbab gaya inneke, marshanda, syahrini ah.. banyak sekali modelnya kawan. :P semuanya berkembang sesuai jaman, artis dan sinetron yang sedang tenar !! mungkin jika aku main sinetron, mungkin akan keluar model jilbab soraya.. oke, mulai ngaco sekarang. :P

Kembali ke topik, mungkin aku belum pantas untuk membahas ini kawan, tapi aku merasa berkewajiban memberitahu para saudariku.. (colek uma n wo rina) dan untuk lebih menjaga diri tentunya :)

Saat ini, banyak muslimah yang sudah menutup aurat namun belum menyadari bagaimana cara menutup aurat secara syar'i. Sangat disayangkan prinsip muslimah saat ini yang mengatakan bahwa"berjilbab masih tetap bisa tampil stylish dan cantik". Namun,  mereka mengabaikan bagaimana menutup aurat dengan benar karena takut "tidak cantik" lagi. Masih banyak ditemukan muslimah yang berpakaian ketat, jilbab yang tipis dan transparan, dan tidak menutupi dada, dsb.

Jadi bagaimana berpakaian yang baik dan benar menurut Islam (syar'i)?


Share On:

Wednesday, January 2, 2013

COME BACK

Assalamu'alaykuum

Hellloooooow world... apa kabar blog ku tersayang?? ah.. sebenarnya malu bilang sayang tapi tidak diurus. hee... maafkan sobatmu ini ya... keluyuran sana sini sampai kau terbengkalai. :p
1,5 tahun kau terabaikan. -_-" mari kita kembalikan fungsimu seperti semula. SEMANGAT!! ^_^

entahlah, sampai saat ini aku belum bisa mengeluarkan 'isi otak'ku, merangkainya menjadi tulisan indah, update status saja aku bingung! hahaaa.... ketik, hapus, ketik, hapus.. macam mau sms dosen saja. hehe..
pernahkah kau merasa saking inginnya menuliskan sesuatu sampai bingung kalimat apa yang akan ditulis? atau, pernahkah kau merasa sangat ingin membicarakan sesuatu sampai akhirnya malah membuat kau bungkam? hingga semuanya masih tersimpan di hati dan pikiran. melayang-layang saja di sana.

ada yang bilang, banyak-banyaklah membaca, maka kau akan mudah menulis. heee.... mungkin aku kurang baca kali ya?? kurang action! :p

adakah nama suatu penyakit, syndrom, kelainan, atau apapun namanya untuk sesuatu yang dikatakan "tidak bisa mengungkapkan, baik itu melalui ucapan atau tulisan"??kalau ada, tolong beri aku obatnya :(

inilah kelemahanku sedari dulu!! kalau ngomong pletat-pletot, kalau nulis jungkir balik. rancu dan ambigu jadinya...

apalah yang jadi penyebab? kurang ilmu? kurang baca? bahasa indonesia yang buruk? atau kepribadian yang jelek? heee.....

hhhmmm... bisa jadi karena aku terlalu banyak alasan, sebenarnya kalau mau pasti bisa. jangan terlalu banyak mikir, action.. nilis ngalor ngidul seperti ini pasti bisa melatih. alah bisa karena biasa..!!

so... demi memotivasi diri sendiri. Ide itu harus disalurkan yak... kalau terpendam di hati dan pikiran saja maka itu hanya akan menjadi sampah!! raaiiitt?

sekian dulu. kita lihat besok lusa... apakah masih akan terbengkalai, atau terisi dengan "apapun"

wassalamu'alaykuum
Share On:

Friday, July 1, 2011

Sanggahan untuk alasan tidak pake' jilbab




Naikilah kereta untuk mengejar ketinggalan, saudariku, sebelum kereta itu melewati stasiunmu. Renungkan secara mendalam, saudariku, apa yang terjadi hari ini sebelum esok datang. Pikirkan tentang hal ini, saudariku, sekarang, sebelum semuanya terlambat !

ALASAN I :

Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab

Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini; Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa ha Illallah! Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah! Yang menyatakan ia taat pada syariahnya.

Dengan begitu ia yakin akan Islam beserta seluruh hukumnya. Kedua, kami menanyakan; Bukankah memakai jilbab termasuk hukum dalam Islam? Apabila saudari ini jujur dan dan tulus dalam ke-Islamannya, ia akan berkata; Ya, itu adalah sebagian dari hukum Islam yang tertera di Al-Quran suci dan merupakan sunnah Rasulullah SAW yang suci. Jadi kesimpulannya disini, apabila saudari ini percaya akan Islam dan meyakininya, mengapa ia tidak melaksanakan hukum dan perintahnya?


ALASAN II :

Saya yakin akan pentingnya jilbab namun Ibu saya melarangnya, dan apabila saya melanggar ibu, saya akan masuk neraka.

Yang telah menjawab hal ini adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla termulia, Rasulullah SAW dalam nasihatnya yang sangat bijaksana; “Tiada kepatuhan kepada suatu ciptaan diatas kepatuhan kepada Allah SWT.” (Ahmad) Sesungguhnya, status orangtua dalam Islam, menempati posisi yang sangat tinggi dan terhormat. Dalam sebuah ayat disebutkan; “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan- Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang Ibu Bapak .. . “ (QS. An-Nisa:36). Kepatuhan terhadap orangtua tidak terbatas kecuali dalam satu aspek, yaitu apabila berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah SWT. Allah berfirman; “ dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…(QS. Luqman : 15)

Berbuat tidak patuh terhadap orangtua dalam menjalani perintah Allah SWT tidak menyebabkan kita dapat berbuat seenaknya terhadap mereka. Kita tetap harus hormat dan menyayangi mereka sepenuhnya. Allah berfirman di ayat yang sama; “dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Kesimpulannya, bagaimana mungkin kamu mematuhi ibumu namun melanggar Allah SWT yang menciptakan kamu dan ibumu.


Share On:

Thursday, June 30, 2011

InshaAllah

*Allahurabbi.. aku tau, sangat tau, begitu mudah bagiMu untuk membuat hal ini terjadi. Aku tau Kau belum mengabulkan do'a ini karena mungkin Kau ingin menggantinya dengan sesuatu yang lain. Aku tau mungkin usaha ini belum optimal, do'a ini masih 'setengah2', dosa ini terlalu banyak, diri ini terlalu sombong, dan mungkin apa yang kami inginkan bukan yang kami butuhkan...

Di sisa waktu ini, aku masih berharap kau wujudkan do'a kami.. sesungguhnya aku malu ya Rabb. begitu banyak pintaku yang tak sebanding dengan ibadahku, dengan taqwa-ku, aku malu dengan dosa ini, aku malu dengan tak bersyukurnya diri ini.. :(

Di sisa waktu ini, ampuni kami ya Ghafur... aku minta yang terbaik bagi kami semua ya Allah, dan jika itu tak sesuai dengan yang kami harapkan, tolong beri kami kekuatan dan mampukan kami untuk menangkap hikmah yang Kau sisipkan. 

Aku percaya Kau pasti ingin agar kami introspeksi diri.
Aku percaya Kau punya rencana lain yang lebih indah.
Aku percaya Kau pasti memberikan yang terbaik untuk hambaMu
Aku percaya apa yang kami sesalkan saat ini mungkin menjadi hal yang akan kami syukuri nanti. 
Aku percaya ya Allah, semua akan indah.. pada.. waktunya... :)
Share On:

Sunday, June 26, 2011

clue cewekcewek nyonnyonnyon

game ini game terbaru yg ada di nyonnyonnyon.com buatan @mahacakrie , all about cewek. bagi yang belum pernah main baca aturan main di sini. Kalo udah pernah, kita langsung ke level 1 ^^

Level 1
clue : klik klik klik :)

Level 2

clue : gugling aja dg keyword "jenis sepatu"

Level 3


clue : coba save image, trus cari kode sepatu di atas di webnya 

Share On:

Tuesday, April 12, 2011

Tere Liye

"Tere Liye" merupakan nama pena dari seorang novelis yang diambil dari bahasa India dengan arti : untukmu, untuk-Mu.. ^^. Tampaknya tere liye tak ingin dikenal oleh pembacanya. Hal itu terlihat dari sedikitnya informasi yang pembaca dapat melalui bagian "tentang penulis" yang terdapat pada bagian belakang sebuah novel. Agak sulit ketika mencari tahu tentang tere liye. Pun ketika minta bantuan mbah google, maka yang akan tampil dari hasil pencarian adalah "all about India". hehe..
Share On:

Friday, March 25, 2011

Tips Do'a Oleh Ippho Santosa





1. Saat berdoa, yg pertama & terakhir sy ucapkan: syukur&shalawat. Dl sy mulai dg meminta. Mestinya syukur dl baru minta


2. Sy awali doa dg: berdoa utk org lain (keluarga sy atau partner sy). Kemudian berdoa utk sy sendiri


3. Dlm berdoa, tunjukkan kehambaan kita di hadapanNya, bhw kita tdk mampu satu apapun kecuali dg izinNya


4. Jangan pelit mendoakan org lain. Sbnr nya lebih dari 100% doa itu kembali kpd kt, bahkan malaikat pun akan mendoakan kt


5. Di luar doa, baiknya kt meniadakan dendam. Sy pernah ditelikung partner. Kadang dendam jg. Cuma kt berusaha meniadakan dendam


6. Krn dendam itu penghalang doa. Apa yg kt dendamkan, akan kembali kpd kt... Hati2 dg org nya tp tdk perlu dendam


7. Utk impian besar, doa sy "Ya Allah, seandainya aku blm mampu, mampukan aku. Seandainya aku blm pantas, pantaskan aku"


8. "Ya Allah seandainya aku belum ikhlas, ikhlaskan aku" begitu doa sy u impian2 besar.. Krn memang sulit u ikhlas & pantas


9. Dlm berdoa, si kiri fokus dlm meminta & dirinya sendiri. Si kanan? Berusaha bersyukur & mendoakan org lain
Share On: